Membangun Blitik: Digitalisasi Warisan Budaya Batik Blitar melalui Teknologi Web

Oleh: Chandra Joko Irwantoro

Batik bukan sekadar kain, melainkan identitas bangsa yang sarat akan filosofi. Di kota kelahiran Sang Fajar, Blitar, kekayaan motif batik lokal terus berkembang. Namun, tantangan terbesar di era digital ini adalah memastikan warisan budaya ini tetap relevan.

Mengapa Blitik?

Sebagai mahasiswa program studi terkait teknologi yang aktif di Putra Putri Batik Blitar, terdapat celah informasi digital bagi perajin lokal. Banyak motif batik yang belum terdokumentasi dengan baik secara online.

Tampilan antarmuka website Blitik yang menampilkan galeri motif batik Blitar

Tampilan antarmuka website Blitik yang mengutamakan visual motif lokal.

Blitik hadir sebagai jembatan informasi. Melalui platform ini, pengunjung tidak hanya melihat galeri produk, tetapi juga bisa mempelajari sejarah di balik setiap motif yang ada di Blitar.

Tantangan Pengembangan

  • Optimasi Visual: Menggunakan format WebP untuk performa maksimal.
  • User Experience (UX): Navigasi inklusif untuk mempermudah aksesibilitas.
  • SEO Lokal: Strategi kata kunci spesifik "Batik Blitar".

Harapan Kedepan

Proyek ini adalah kontribusi nyata untuk tanah kelahiran. Dengan Blitik, diharapkan ekosistem batik lokal semakin berdaya di kancah digital.